Sabtu, 13 November 2010

Kekasih…

Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

Senin, 04 Oktober 2010

Indah malam Itu

indah malam itu
bukan pada matahari senja
yang berwarna jingga

indah malam itu
bukan pada biru samudera
di batas cakrawala

indah malam itu
adalah hitam rambutmu
yang buat aku terpana

indah malam itu
adalah biru matamu
yang memancarkan pesona

indah malam itu
adalah kamu, cinta...!

Rabu, 29 September 2010

Luka

seandainya ada alasan

untuk semua luka

dan kepedihan ini

aku ingin tahu kenapa?

adakah aq

mungkin aq cuma sandaran sesaatmu

ketika qw ada untuk qw pergi.

ketika aq ada didkatmu

qw tutup matamu

adakah aq sesaat di kehidupanmu

di saat aq terpuruk kehilangan qm yang dulu
=============================
=============================

Catatan Perpisahan

Kasih..,
hujan yang turun
mengguyur kota kita senja tadi
tak mampu menyirami hatiku
yang kering karena duka

sepertinya ada kemarau panjang di hatiku
mungkin sepanjang jarak dan waktu
yang mengiringi perpisahan ini

ketika jemari tak sanggup lagi menggenggam
ketika peluk hanya melingkar di ruang kosong
hanya lengang kehilangan
dan kesendirian yang bisu

kekasihku..,
Desember kita yang kelabu
Januari kita yang biru
kini bungkam dalam catatanku

Selasa, 28 September 2010

Air Mata

simpum penuh digundahku
terdiam memaknai resahku
derai air hujan memanggil riuhku
aku membeku
dalam sujud malam palsu

menatap awan yang menyapa
meneriakan demi bualan air mata
yang seakan menyapu damaiku
kau datang dan pergi
seakan tak pedulikanku

tetesan air mata ini menancap kalbu
pintaku hanya satu
tapi luas harapanku
demi setitik cinta
dan sebutir rindu
meneriakan hari demi haru